Rampok Rampok
Rampok Rampok

Tindak kejahatan bisa terjadi dimana saja, tak terkecuali di lingkungan kampus. Seperti yang terjadi pada Rabu (18/4), sekitar pukul 20.45 malam di kawasan Gedung Rektorat UGM.  Khori Wardi (26), seorang mahasiswa Magister Psikologi asal Lombok, menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Ia mengalami dua luka di bagian perut dan pinggang akibat sabetan celurit perampok yang berhasil melarikan satu unit laptop dan ponsel miliknya.

Selain, Khoiri, seorang mahasiswa lainnya pun terpaksa harus merelakan satu unit laptopnya yang dibawa kabur pencuri, namun beruntung, korban yang bernama Kori Indra (19), asal Condongcatur, Depok  ini tidak mengalami luka akibat kekerasan, lantaran saat disatroni perampok, ia memilih diam tanpa melakukan perlawanan.

Kordinator SKK UGM Noorhadi Raharjo ketika dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut. Menurutnya dari seluruh satuan pengamanan, tak ada satupun yang mengetahui persis kronologis kejadiannya.

Padahal mereka tersebar di beberapa titik pos pintu masuk kampus UGM. Namun, sayangnya, untuk pintu gerbang sebelah barat tidak ada yang berjaga. Lantaran pintu tersebut sudah dilarang untuk digunakan sebagai akses masuk keluar kampus.

“Jadi disitu memang tidak ada yang berjaga,” imbuhnya.

Meski begitu, tambahnya, pintu yang berbatasan langsung dengan Jalan Kaliurang ini masih bisa digunakan oleh mahasiswa yang berjalan kaki. Bahkan adakalanya untuk jalan umum bukan mahasiswa.  Adapun jalan itu sendiri langsung menuju ke kawasan rektorat UGM. Dirinya menduga, para pelaku sengaja menyamar sebagai mahasiswa sambil membawa laptop ke dalam kawasan kampus.

Dihubungi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Widy Saputra menegaskan bahwa kejadian tersebut termasuk ke dalam tindakan kriminal murni. Sementara ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi korban.

Sumber : TRIBUNJOGJA.COM

Artikel Terkait