tamanpintar

tamanpintar

SLEMAN—Menuju kabupaten layak anak, Sleman menggagas pembangunan taman pintar untuk anak-anak. Taman ini mengadopsi taman pintar di Kota Jogja dengan lingkup yang lebih kecil yakni tingkat desa. Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu mengatakan, taman pintar ini menjadi tempat bermain anak sekaligus tempat belajar. Di dalamnya terdiri taman bermain, internet, perpustakaan Pendidikan Anak Usia Dini dan posyandu.

“Keinginan kami seperti Taman pintar Kota Jogja tapi tingkat Desa. Di Sleman disesuaikan kebutuhan masyarakat, tujuannya menjadi pusat belajar anak,” katanya usai penandatanganan MoU Pemkab Sleman dengan Universitas Budi Luhur, hari ini (24/10).

Pilot Project yang akan dijadikan taman pintar pedesaan adalah dusun Grajekan, Margokaton, Seyegan. Lokasinya berada di balai dusun bekerja sama dengan PNPM Mandiri Perkotaan.

Yuni menjelaskan, gagasan mewujudkan taman pintar ini seiring dengan kerjasama yang dijalin bersama Universitas Budi Luhur. Melalui program ‘rumah cerdas berbudi luhur’ akan mendayagunakan potensi dan sumberdaya yang ada secara optimal.

Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Tb. Ronny Rahman Nitibaskara menjelaskan, program ‘Rumah Cerdas Berbudi Luhur’ merupakan  program Corporate Social Responsibility (CSR) Yayasan Pendidikan Budi Luhur.

Bentuk kontribusi yang diberikan program ini adalah penyaluran buku-buku hasil sumbangan dari mahasiswa Universitas Budi Luhur maupun masyarakat umum, penyediaan ruang kepustakaan dan ruang baca serta penyediaan ruang internet (internet corner).(sumber : Harian Jogja 25/10/2011)

sumber : http://yunisatia.com/?p=7 website resmi wakil bupati sleman

gambar : http://images.detik.com/content/2009/07/02/157/tamanpintar03.jpg

Artikel Terkait